Dua Jenis Teh Pu’er (普洱茶) : Teh Pu’er Mentah (生普洱茶) Dan Teh Pu’er Matang (熟普洱茶)

Spread the love

Dua Jenis Teh Pu'er (普洱茶) : Teh Pu'er Mentah (生普洱茶) Dan Teh Pu'er Matang (熟普洱茶)

Cukup sering orang merasa bingung denga teh Pu’er.

Setelah melakukan pembelian di toko mereka menemukan bahwa itu benar-benar berbeda dari apa yang mereka rasakan sebelumnya.

Atau sebaliknya, seseorang tidak menyukai teh Pu’er pada tegukan pertama dan kembali meminumnya untuk waktu yang lama.

Semua kebingungan dengan teh Pu’er berasal dari fakta bahwa sebenarnya ada dua jenis dari mereka, dan memang sangat berbeda.

Berbeda dalam warna, aroma, rasa dan cara mereka mempengaruhi tubuh manusia.

Secara harfiah, seperti langit dan bumi, mereka sangat berbeda sehingga orang cenderung hanya memilih salah satunya.

Selanjutnya akan sampai pada cerita menarik tentang penampilan dan produksi pu’er.

Teh Pu’er Mentah / Sheng Pu’er (Hanzi: 生普洱茶, Pinyin: Shēng pǔ’ěr chá)

Teh Pu’er jenis ini  telah dikenal selama 1700 tahun.

Untuk lebih tepatnya, ada beberapa teh biasa di provinsi Yunnan yang diberi nama pu’er pada abad ke-18.

Pu’er berusia 20-30 tahun yang matang memiliki nilai khusus.

Ada yang bilang bisa berumur hingga 100 tahun dan masih mengeluarkan rasa saat diseduh.

Teh Pu’er Matang / Shu Pu’er (Hanzi: 熟普洱茶, Pinyin: Shú pǔ’ěr chá)

Teh Pu’er matang diciptakan untuk mencapai penuaan teh ini.

Teknologinya diciptakan secara tidak sengaja.

Tetapi kemudian, pada tahun 1972, upaya yang disadari dan berhasil dilakukan untuk mengembangkan teknik revolusioner untuk mempercepat produksi shu pu’er dari sheng, yang saat ini digunakan oleh semua pabrik teh Yunnan.

Dan Shu Pu’er inilah yang membuat teh Pu’er dikenal di seluruh dunia.

Ini telah menjadi sangat populer di Eropa sehingga sering menjadi pengantar tradisi teh Tiongkok.

Tapi, ironisnya, dimulai dengan Shu Pu’er dan menjelajahi semua teh dan rasanya, setelah jatuh cinta dengan rasa berbagai jenis teh banyak ahli teh menjadi pengagum Sheng Pu’er.

Perbedaan Sheng Pu’er dan Shu Pu’er

Sheng Pu’er

Warna daun: coklat hijau
Warna kuncup: kuning putih
Warna minuman: hijau muda, dengan sedikit oranye
Rasa: menyegarkan
Aroma: biasanya kaya akan aroma buah-buahan kering
Dampak pada tubuh: menyegarkan, memberikan energi tambahan, memurnikan tubuh
Sifat khusus: dapat mengganggu tidur, oleh karena itu harus dihindari beberapa jam sebelum tidur. Sebaiknya jangan diminum saat perut kosong

Shu Pu’er
Warna daun: merah coklat
Warna kuncup: kuning keemasan
Warna minuman : coklat tua, keruh
Rasa: lembut, dengan sedikit rasa manis
Aroma: seperti wangi hutan, membangkitkan suasana segar. Dapat melepaskan nuansa plum, kacang, jamur, dedaunan musim gugur, kulit kayu
Dampak pada tubuh: menenangkan, mendukung sistem pencernaan, membantu menurunkan kolesterol
Sifat khusus: tidak ada batasan khusus untuk jumlahnya. Bisa diminum saat perut kosong dan sebelum tidur

Pilih Sheng Pu’er Atau Shu Pu’er?

Kata Sheng pada Sheng Pu’er (生) berarti mentah, segar, baru, muda.

Kata Shu pada Shu Pu’er(熟) berarti matang, siap, dewasa.

Beberapa waktu yang lalu teh Pu’er yang baru dibuat disebut Sheng Pu’er dan yang sudah tua dinamai Shu Pu’er.

Ketika dua jenis muncul, produsen mulai menandai kemasan yang segar sebagai: sheng (生) untuk Pu’er tradisional, dan shu (熟) untuk Pu’er yang diproduksi dengan menggunakan teknologi baru, karena dimaksudkan untuk menghasilkan teh Pu’er yang sudah matang.

Apabila belum bisa memutuskan memilih Sheng Pu’er atau Shu Pu’er, sebagai permulaan, coba untuk membeli Shu Pu’er dan Sheng Pu’er.

Bagi orang menyukai teh hijau, kemungkinan besar akan lebih menyukai Sheng Pu’er.

Sedangkan jika biasanya minum teh hitam, akan memilih Shu Pu’er.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − two =