Arti dan Kisah Idiom Tiongkok – Terpaku Karena Takut Atau Heran (呆若木鸡)

Spread the love

Arti dan Kisah Idiom Tiongkok - Terpaku Karena Takut Atau Heran (呆若木鸡)

呆若木鸡
Dāiruòmùjī
Terpaku karena takut atau heran

呆 – dāi – termangu, melongo
若 – ruò – seperti, kelihatannya, seolah-olah
木 – mù – kayu
鸡 – jī – ayam
木鸡 – mùjī – ayam kayu

Arti Idiom 呆若木鸡

Menggambarkan penampilan linglung oleh rasa takut atau terkejut.

Kisah Idiom 呆若木鸡

Selama Periode Negara-Negara Berperang, sabung ayam adalah kegiatan para bangsawan untuk bersenang-senang, dan Raja Qi (Hanzi: 齐王, Pinyin: Qí wáng) adalah penggemar sabung ayam pada waktu itu.

Agar menang di arena sabung ayam, Raja Qi secara khusus meminta Ji Zi (Hanzi: 纪子, Pinyin: Jì zi), seorang ahli, untuk membantunya melatih ayam.

Raja Qi sangat ingin menang, dan setelah beberapa hari, dia mengirim seseorang untuk bertanya kepada Ji Zi.

Ji Zi berkata, “Ayam itu belum terlatih dengan baik, masih berbangga diri dan arogan.”

Beberapa hari kemudian, Raja Qi mengirim seseorang untuk bertanya lagi, dan Ji Zi berkata, “Ini belum saatnya, ayam belum bergerak, belum cukup tenang.”

Akhirnya, ketika ayam itu mendengar ayam lain berkokok, ia tetap tenang, seperti ayam kayu.

Ji Zi akhirnya berkata kepada orang-orang. “Tolong beri tahu Raja Qi bahwa saya menghabiskan waktu untuk melatih ayam. Saatnya sabung ayam.”

Kemudian, Raja Qi menggunakan ayam ini untuk melawan orang lain, dan memenangkan setiap pertandingan.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.

15 − fourteen =