Seribu Karakter Klasik : Kaisar Menghadiri Jalannya Pengadilan Dan Melakukan Tugas-tugasnya (坐朝问道)

Spread the love

Seribu Karakter Klasik : Kaisar Menghadiri Jalannya Pengadilan Dan Melakukan Tugas-tugasnya (坐朝问道)

坐朝问道
Zuò cháo wèn dào
Kaisar menghadiri jalannya pengadilan dan melakukan tugas-tugasnya

坐 – zuò – duduk
朝 – cháo – pengadilan istana
问 – wèn – meminta
道 – dào – cara

Ungkapan yang dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén) ini, adalah aturan yang dimulai oleh Qin Shihuang (Hanzi: 秦始皇, Pinyin: Qínshǐhuáng), sebelumnya Dinasti Li (Hanzi: 立朝, Pinyin: Lì cháo), dan kemudian ditulis Dinasti Li (Hanzi: 莅朝, Pinyin: Lì cháo).

Para penguasa dan menteri berdiri di pengadilan, tidak ada tempat duduk, tidak ada kursi.

Orang kuno dari Dinasti Han masih duduk di tanah, dan kemudian kursi dengan sandaran diperkenalkan dari Wilayah Barat.

Oleh karena itu, untuk mendirikan sebuah dinasti, pertama, hubungan antara penguasa dan menteri adalah sederajat, dan penguasa hanyalah penyelenggara pertemuan.

Kedua, kehidupan dan urusan politik pada zaman dahulu sangat sederhana, dan masalahnya dapat diselesaikan dengan berdiri dan mengucapkan beberapa patah kata.

Tidak seperti sekarang, rapat urusan pemerintahan akan berlangsung selama beberapa hari, tidak hanya duduk, tetapi hingga menginap.

Sejak Qin Shihuang mulai mengajukan pertanyaan di pengadilan, raja dan para menterinya semua duduk untuk membahas urusan negara.

Aturan bahwa raja duduk dan para menteri berdiri dimulai oleh Zhao Kuangyin, Taizu dari Dinasti Song.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 14 =