Legenda Siluman Ular Putih (白蛇传)

Spread the love

Legenda Siluman Ular Putih (白蛇传)

Legenda ini adalah kisah cinta tentang seorang pria dan siluman ular putih, yang termasuk dalam salah satu empat besar cerita rakyat Tiongkok.

Kisah ini adalah kisah peringatan tentang cinta seorang pria dan seorang wanita berbaju putih.

Legenda ini pertama kali ditemukan pada masa Dinasti Tang (618 M).

Pemandangan Danau Barat / Xihu (Hanzi: 西湖, Pinyin: xīhú) dan Pagoda Guntur / Leifeng Ta (Hanzi: 雷峰塔, Pinyin: Léi fēng tǎ) ditambahkan dan diterbitkan selama Dinasti Song (960 M).

Seluruh cerita selesai pada masa Dinasti Ming (1368 M).

Legenda ini ditulis ulang untuk mempercantik karakter dalam beberapa episode di Dinasti Qing (1644 M).

Saat ini, Legenda Siluman Ular Putih ceritanya agak berbeda tergantung pada sumber mana yang digunakan, karena penulisan ulang.

Berikut adalah cerita singkat dari Legenda Siluman Ular Putih yang sangat terkenal dan banyak digandrungi banyak orang.

Dahulu kala, hiduplah seekor siluman ular putih / Bai Suzhen (Hanzi: 白素贞, Pinyin: Báisùzhēn) dan siluman ular hijau / Xiao Qing (Hanzi: 小青, Pinyin: Xiǎo qīng).

Mereka memiliki kekuatan magis, dan hidup di Gunung Er-Mei (Hanzi: 峨眉山,Pinyin: Éméishān).

Mereka berubah wujud menjadi dua wanita muda yang cantik, lalu bertemu dengan seorang pria bernama Xu Xian (Hanzi: 许仙,Pinyin: Xǔxiān) di Danau Barat kota Hang Zhou.

Siluman Ular putih jatuh cinta pada Xu Xian pada pandangan pertama.

Mereka pun segera menikah.

Bai Suzhen membantu suaminya membuka toko obat.

Pasien yang tidak mampu membayar tetap diberikan pengobatan, bahkan pengobatan gratis.

Toko dengan cepat menjadi terkenal dan populer.

Suatu hari seorang biksu bernama Fa Hai (Hanzi: 法海, Pinyin: Fǎ hǎi) melihat pasangan itu dan memperingatkan Xu Xian bahwa istrinya adalah seekor siluman ular putih.

Pada jaman itu, saat Festival Perahu Naga, ada tradisi menghias dengan calamus/jeringau (Hanzi: 菖蒲, pinyin: Chāngpú) dan mugwort/daun baru Tiongkok (Hanzi: 艾蒿, Pinyin: ài hāo) di sekitar rumah dan minum anggur Xionghuang Jiu (Hanzi: 雄黄酒, Pinyin: Xiónghuángjiǔ) untuk mengusir roh jahat.

Ini berbahaya bagi Bai Suzhen dan Xiao Qing, karena bagaimanapun juga mereka adalah roh.

Bai Suzhen sedang hamil pada waktu itu dan kekuatan sihirnya telah banyak melemah.

Dia mencoba minum anggur untuk menyenangkan suaminya.

Sayangnya, dia tidak bisa mengendalikan dirinya dan tubuhnya pun berubah menjadi seekor ular.

Xu Xian melihat sosok ular putih itu dan benar-benar ketakutan setengah mati, jatuh sakit parah.

Untuk menyelamatkan nyawa suaminya, Bai Suzhen pergi untuk mencuri obat herbal berupa tanaman kebangkitan di Gunung Kunlun (Hanzi: 昆仑山, Pinyin: Kūnlún shān).

Dia gagal.

Tapi cinta sejatinya membuat dia bisa mendapatkan obat herbal tersebut dan kehidupan Xu Xian bisa dipulihkan.

Xu Xian teringat akan Fa Hai dan pergi ke Kuil Gunung Emas untuk menemuinya.

Fa Hai menyarankan Xu Xian menjadi biksu untuk melupakan istrinya.

Bai Suzhen White meminta bantuan pasukan besar makhluk bawah air dan membawa banjir di atas Kuil Gunung Emas untuk bertarung dengan Fa Hai.

Fa Hai memiliki kekuatan magis dan meminta para prajurit surga untuk menyelamatkannya.

Karena Bai Suzhen sedang hamil, dia terlalu lemah untuk berjuang lebih keras, dia menyerah dalam pertempuran dan menunggu waktu setelah melahirkan.

Xu Xian pergi menemui putranya dan membawa topi ajaib dari Fa Hai untuk putranya.

Topi ajaib menangkap Bai Suzhen. Fa Hai memenjarakan Bai Suzhen di dalam Pagoda Guntur.

Xiao Qing tidak mampu melawan Fa Hai sendirian, lalu melarikan diri dan berlatih dengan kekuatan magisnya lebih keras lagi.

Setelah putra Bai Suzhen tumbuh dewas, dia membalas dendam dengan menghancurkan Pagoda Guntur dan menyelamatkan ibunya.

Bai Suzhen bersatu kembali dengan Xu Xian dan putranya.

Cerita berakhir di sini.

Karena ceritanya sangat populer.legenda ini ada dalam opera Tiongkok, film, novel, komik, kartun dan game PC.

Bagian awal dan akhir telah banyak ditulis ulang.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nineteen − 17 =