Hari Raya Tang Cie = Berarti Tibanya Musim Dingin

Spread the love

Hari Raya Tang Cie = Berarti Tibanya Musim Dingin

TANG CIE diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Desember kecuali saat tahun kabisat maka TANG CIE diperingati pada tanggal 21 Desember

—————————————-

Hari Raya Tang Cie = berarti tibanya Musim Dingin

DONGZHI (冬至) dalam logat Hokkian Tang Cie atau Hari Wedang Ronde

Tang Cie jatuh pada tanggal 22 Desember, kecuali pada tahun Kabisat jatuh pada tanggal 21 Desember.

Tang Cie berarti tibanya Musim Dingin, merupakan hari yang paling dingin pada tahun itu.

Setelah Tang Cie, cuaca mulai berubah menghangat.

Pada malam hari sebelum Tang Cie, ibu–ibu membuat Ronde (Tangyuan 湯圓) yang terbuat dari Tepung Beras Ketan diberi warna Merah, Putih dan Hijau berbentuk bulat.

Pada esok hari pagi–pagi Ronde tersebut direbus, dimasukan dalam air Gula dan Jahe,

Pertama–tama diberikan pada ibu sebanyak 2 butir, selanjutnya dibagikan pada sanak keluarga dengan jumlah sesuai usianya masing–masing ditambah 1, seorang yang usianya 57 diberi Ronde besar 5 butir, ditambah Ronde kecil 7 butir.

Ronde–Ronde tersebut juga dikirim pada keluarga dekat atau yang lebih tua.

Bagi keluarga yang sedang berkabung tidak membuat Ronde,

Apabila ada keluarga yang sedang hamil, ia dapat membakar butir Ronde yang belum direbus kedalam Api,

Bila Ronde tersebut tetap bulat utuh, anak yang dikandung mungkin laki–laki, apabila Ronde tersebut pecah, berarti anak yang dikandung perempuan.

Karena hari Tang Cie adalah hari yang paling dingin, setelah Tang Cie cuaca berangsur–angsur hangat, maka mempunyai makna untuk mempersiapkan segala sesuatu menyongsong Musim Semi.

Di Indonesia bisa diartikan persiapan untuk tutup tahun dengan sebaik–baiknya.

Siap menyongsong tahun baru dan pada saat ini boleh dipergunakan untuk instrospeksi mengevaluasi segala apa yang menjadi kelemahan / kekurangan dari diri kita dan apa yang menjadi kelebihan diri kita.

Mengevaluasi diri mengenai apa yang sudah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan yang mendatangkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar kita, bangsa dan negara serta seluruh makhluk hidup lainnya.

Hikayat TANG CIE

Konon seorang pemuda sebagai Tabib, pada suatu saat mencari ramuan obat di hutan, karena suatu kesalahan yang tidak disengaja, racun tanaman menyebabkan kedua matanya menjadi buta, seorang yang menemukannya di hutan mengantar kembali ke rumahnya.

Ibunya yang sudah tua sangat mengasihi anaknya, pada saat anaknya tidur ia mencongkel kedua matanya untuk menggantikan mata anaknya, setelah anaknya bangun dari tidurnya dan bisa melihat, akhirnya ia mengetahui bahwa matanya adalah pemberian ibunya.

Ia ingin mengembalikan matanya pada ibunya, tetapi ibunya menolak.

Ibunya memberi petunjuk agar ia membuat Ronde dari Ketan dan masukkan ke kelopak matanya, dengan suatu keajaiban, mata yang dibuat dari ketan tersebut menjadi MATA dan ibunya dapat melihat kembali.

Makna dari membuat ronde adalah menunjukkan kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

Bahkan ia selaku ibu kandung rela memberikan matanya yang paling berharga untuk anak kandungnya.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × five =