Puisi Tentang Bunga Begonia

Spread the love

Puisi Tentang Bunga Begonia

Bunga Begonia dalam bahasa Tionghoa disebut Haitang (Hanzi: 海棠, Pinyin: Hǎitáng).

Bunga ini selalu menjadi bagian dari budaya Tiongkok, menyampaikan pesan perlindungan dan peringatan kepedulian, dianggap sebagai jimat keberuntungan.

Di Tiongkok, bunga begonia juga digunakan untuk keperluan kuliner dan pengobatan.

Bunga yang indah ini juga melambangkan perubahan dan pergeseran fase kehidupan.

Mereka juga dirujuk dalam sebuah puisi karya Li Qingzhao (Hanzi: 李清照, Pinyin: Lǐqīngzhào), seorang penyair wanita berbakat dan terkenal dari Dinasti Song, berjudul Ru Mengling (Hanzi: 如梦令, Pinyin: Rú mèng lìng).

Puisi Rumengling karya Li Qingzhao.

昨夜雨疏风骤,
zuóyè yǔ shū fēng zhòu,
Tadi malam hujan dan angin bertiup kencang,

浓睡不消残酒,
nóng shuì bùxiāo cán jiǔ,
Sisa-sisa anggur menetap di dalam diriku saat aku tidur,

试问卷帘人却道海棠依旧。
shìwèn juàn lián rén, què dào hǎitáng yījiù.
Mencoba bertanya (pada pelayan yang menggulung tirai di kamar saya), apakah begonia sama seperti sebelumnya.

知否,知否,应是绿肥红瘦。
Zhī fǒu, zhī fǒu, yīng shì lǜféi hóng shòu.
Tahukah kamu, seharusnya hijau dan subur, merah dan layu.

Penjelasan tentang puisi ini.

Meski tadi malam hujan ringan dan angin bertiup kencang, tidur nyenyak tidak bisa sepenuhnya menghilangkan sisa kekuatan alkohol.

Tanyakan kepada pelayan yang sedang menggulung tirai, bagaimana kabar bunga begonia di taman saat ini?

Katanya bunga begonia masih sama seperti kemarin.

Tahukah kamu, musim ini seharusnya saat daun hijau subur dan bunga merah layu.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + 13 =